Kedelai pada Menopause (preorder)
Author : Asih Anggraeni
Publisher : UNS Press
ISBN :
Bulan / Tahun Terbit : September / 2026
Jumlah Halaman : 79 halaman
Panjang x Lebar Buku : 16 x 25 cm
Kertas : HVS (70 gsm) & Digital (PDF)

Gambar Produk Gambar Produk
Judul Buku : Kedelai pada Menopause (preorder)
Author : Asih Anggraeni
Publisher : UNS Press
ISBN :
Bulan / Tahun Terbit : September / 2026
Jumlah Halaman : 79 halaman
Panjang x Lebar Buku : 16 x 25 cm
Kertas : HVS (70 gsm) & Digital (PDF)
Sinopsis :
Buku Kedelai pada Menopause membahas menopause sebagai fase fisiologis pada wanita akibat penurunan fungsi ovarium dan kadar estrogen yang menimbulkan berbagai keluhan seperti gangguan vasomotor, gangguan tidur, perubahan psikologis, gangguan metabolisme, osteoporosis, hingga Genitourinary Syndrome of Menopause (GSM). Terapi hormonal selama ini menjadi pilihan utama, namun memiliki keterbatasan risiko efek samping, sehingga mendorong penelitian terhadap alternatif berbahan alam, salah satunya fitoestrogen dari kedelai. Kedelai *(Glycine max L Merril)* dijelaskan sebagai sumber fitoestrogen penting yang mengandung isoflavon utama genistein dan daidzein yang berinteraksi dengan reseptor estrogen. Kedua senyawa ini memiliki aktivitas biologis melalui modulasi reseptor estrogen, pengaruh terhadap metabolisme hormon, serta aktivitas antioksidan dan antiinflamasi. Berbagai penelitian menunjukkan isoflavon kedelai berpotensi mengurangi gejala menopause seperti hot flushes, membantu pencegahan osteoporosis, pengendalian metabolisme glukosa dan lipid, serta mendukung kesehatan kardiovaskular dan GSM melalui peningkatan aktivitas estrogenik pada jaringan target. Namun, efektivitasnya masih dipengaruhi oleh dosis, bioavailabilitas, metabolisme individu, dan variasi respons tubuh. Secara keseluruhan, kedelai dipandang sebagai pangan fungsional yang berpotensi bermanfaat bagi wanita menopause, tetapi belum dapat menggantikan terapi medis standar. Oleh karena itu, konsumsi dalam jumlah normal sebagai bagian pola makan dianggap aman, sementara penggunaan suplemen dosis tinggi memerlukan kehati-hatian dan masih membutuhkan penelitian klinis lebih lanjut untuk dosis optimal dan keamanan jangka panjang.