Triana Rejekiningsih
Judul Buku : Pidato Pengukuhan Guru Besar Prof. Dr. Triana Rejekiningsih, S.H., K.N., M.Pd., "Transformasi Teknologi Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan melalui Model Integratif SafeSchool Smart Reporting untuk Mewujudkan Sekolah Aman Anti Bullying" (preorder)
Author : Prof. Dr. Triana Rejekiningsih, S.H., K.N., M.Pd.
Publisher : UNS Press
Bulan / Tahun Terbit : Oktober / 2026
Panjang x Lebar Buku : 14,8 x 21 cm
Kertas : Digital (PDF)
ABSTRACT SINGKAT :
Indonesia berkomitmen mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya pilar keempat tentang pendidikan yang berkualitas. Pendidikan merupakan sarana untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap masalah keberlanjutan dan isu global. Dunia pendidikan menghadapi tantangan adanya kasus bullying yang terjadi di sekolah. Sekolah seharusnya menjadi ekosistem yang membuat setiap murid merasa aman, sehingga yang secara sadar, sistematis, dan berkelanjutan menjamin perlindungan fisik, kesejahteraan psikologis, keamanan sosiokultural, serta keadaban dan keamanan digital, sekaligus membangun relasi yang menghargai martabat setiap murid. Terdapat delapan indikator sekolah aman anti bullying: (1) Kebijakan dan tata kelola; (2) Keamanan fisik; (3) Kesejahteraan psikologis; (4) Keamanan sosiokultural; (5) Keadaban dan keamanan digital; (6) Deteksi dan pelaporan; (7) Respons dan perlindungan; serta (8) Pemulihan dan evaluasi. Untuk mewujudkan kedelapan indikator tersebut secara efektif, diperlukan transformasi teknologi pembelajaran yang memadukan substansi Pendidikan Kewarganegaraan yang dalam kurikulum persekolahan nomenklatur saat ini menjadi Pendidikan Pancasila, pedagogi, dan teknologi secara tepat melalui kerangka Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK). Teknologi bukan pengganti guru, melainkan akselerator pembelajaran, komunikasi, deteksi dini, dan perlindungan murid. Guru tetap menjadi penggerak perubahan pedagogis dan pembentuk keteladanan.
Author : Prof. Dr. Triana Rejekiningsih, S.H., K.N., M.Pd.
Publisher : UNS Press
Bulan / Tahun Terbit : Oktober / 2026
Panjang x Lebar Buku : 14,8 x 21 cm
Kertas : Digital (PDF)
ABSTRACT SINGKAT :
Indonesia berkomitmen mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya pilar keempat tentang pendidikan yang berkualitas. Pendidikan merupakan sarana untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap masalah keberlanjutan dan isu global. Dunia pendidikan menghadapi tantangan adanya kasus bullying yang terjadi di sekolah. Sekolah seharusnya menjadi ekosistem yang membuat setiap murid merasa aman, sehingga yang secara sadar, sistematis, dan berkelanjutan menjamin perlindungan fisik, kesejahteraan psikologis, keamanan sosiokultural, serta keadaban dan keamanan digital, sekaligus membangun relasi yang menghargai martabat setiap murid. Terdapat delapan indikator sekolah aman anti bullying: (1) Kebijakan dan tata kelola; (2) Keamanan fisik; (3) Kesejahteraan psikologis; (4) Keamanan sosiokultural; (5) Keadaban dan keamanan digital; (6) Deteksi dan pelaporan; (7) Respons dan perlindungan; serta (8) Pemulihan dan evaluasi. Untuk mewujudkan kedelapan indikator tersebut secara efektif, diperlukan transformasi teknologi pembelajaran yang memadukan substansi Pendidikan Kewarganegaraan yang dalam kurikulum persekolahan nomenklatur saat ini menjadi Pendidikan Pancasila, pedagogi, dan teknologi secara tepat melalui kerangka Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK). Teknologi bukan pengganti guru, melainkan akselerator pembelajaran, komunikasi, deteksi dini, dan perlindungan murid. Guru tetap menjadi penggerak perubahan pedagogis dan pembentuk keteladanan.