Subuh Pramono

Gambar Produk
Judul Buku : Pidato Pengukuhan Guru Besar Prof. Ir. Subuh Pramono, S.T., M.T., Ph.D., "Sistem Komunikasi Nirkabel : Inovasi Teknologi Menuju Konektivitas Terintegrasi Masa Depan" (preorder)
Author : Prof. Ir. Subuh Pramono, S.T., M.T., Ph.D.
Publisher : UNS Press
Bulan / Tahun Terbit : Oktober / 2026
Panjang x Lebar Buku : 14,8 x 21 cm
Kertas : Digital (PDF)

ABSTRACT SINGKAT :
Sistem komunikasi nirkabel digunakan untuk berbagai bidang meliputi komunikasi, penginderaan jauh, navigasi, tracking & identification, bahkan wireless power. Dalam tiga dekade terakhir, bidang komunikasi mengalami perkembangan yang pesat hingga memberikan pengaruh positif ekonomi dan sosial masyarakat luas. Sistem komunikasi nirkabel pada dasarnya memungkinkan pengiriman dan penerimaan informasi melalui media tidak terbimbing, yaitu udara, menggunakan frekuensi tertentu. Perkembangannya telah berlangsung sangat panjang, mulai dari keberhasilan Guglielmo Marconi mengirimkan sinyal radio pada tahun 1895 hingga berkembang menjadi berbagai platform seperti broadcasting, komunikasi seluler, radar, UAV, HAPS, dan satelit. Saat ini, teknologi seluler dan satelit telah menjadi tulang punggung konektivitas modern karena mampu menyediakan mobilitas, kapasitas, dan transfer data yang tinggi untuk mendukung berbagai aktivitas masyarakat. Generasi pertama atau 1G yang mulai diperkenalkan pada akhir 1970-an dan awal 1980-an membawa perubahan fundamental karena untuk pertama kalinya komunikasi suara (voice centric) dapat dilakukan secara bergerak dengan teknologi analog, FDMA dan FM. 2G membawa revolusi digitalisasi komunikasi mengubah sistem analog menjadi komunikasi digital melalui GSM dan teknologi lainnya. Penggunaan teknik FDMA, TDMA, GMSK, channel coding, interleaving, authentication, dan encryption meningkatkan efisiensi, kapasitas, keandalan, dan keamanan jaringan. 3G melalui UMTS/WCDMA dan HSPA membawa masyarakat memasuki era mobile internet dan multimedia. Web browsing, email, video call, mobile TV, aplikasi bergerak, dan layanan berbasis lokasi mulai berkembang sehingga perangkat seluler menjadi pintu masuk utama menuju internet. Perubahan yang lebih besar terjadi