Nugroho Agung Pambudi
Judul Buku : Pidato Pengukuhan Guru Besar Prof. Dr.Eng. Nugroho Agung Pambudi, M.Eng., "Merekayasa Energi, Menyiapkan Generasi: Teknologi Konversi Energi Terbarukan untuk Kemandirian Energi Indonesia" (preorder)
Author : Prof. Dr.Eng. Nugroho Agung Pambudi, M.Eng.
Publisher : UNS Press
Bulan / Tahun Terbit : Oktober / 2026
Panjang x Lebar Buku : 14,8 x 21 cm
Kertas : Digital (PDF)
ABSTRACT SINGKAT :
ergi Indonesia apabila sumber dayanya dapat dikonversi menjadi energi berguna melalui sistem yang efisien, andal, aman, dan sesuai kondisi lokal. Potensi panas bumi, matahari, biomassa, limbah, dan angin belum otomatis menghasilkan daya, panas, atau bahan bakar bermutu. Tantangan utamanya terletak pada mutu proses konversi, kehilangan energi, kendala operasi, dan kemampuan nasional untuk mengembangkan serta memelihara teknologinya. Bidang Teknologi Rekayasa Konversi Energi Terbarukan menghubungkan termodinamika, perpindahan panas, mekanika fluida, karakterisasi material, rekayasa reaktor, desain sistem, dan optimasi proses. Teknologi dinilai melalui lima lapis mutu: sumber atau bahan baku, proses konversi, produk energi, keandalan operasi, dan kesiapan penerapan. Dengan kerangka ini, efisiensi tidak dipisahkan dari keselamatan, biaya, keterawatan, dan kebutuhan pengguna. Panas bumi menjadi jalur sentral pengembangan kerangka tersebut. Analisis pada Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Dieng menunjukkan total eksergi fluida sekitar 59,52 MW, daya listrik sekitar 21,71 MW, dan efisiensi hukum kedua 36,48 persen. Aliran brine masih membawa sekitar 10,70 MW atau 17,98 persen dari eksergi fluida, tetapi pemanfaatannya dibatasi risiko pengendapan silika. Karena itu, optimasi konfigurasi pembangkit dan pengembangan closed-loop geothermal harus mempertemukan peningkatan keluaran dengan keandalan operasi.
Author : Prof. Dr.Eng. Nugroho Agung Pambudi, M.Eng.
Publisher : UNS Press
Bulan / Tahun Terbit : Oktober / 2026
Panjang x Lebar Buku : 14,8 x 21 cm
Kertas : Digital (PDF)
ABSTRACT SINGKAT :
ergi Indonesia apabila sumber dayanya dapat dikonversi menjadi energi berguna melalui sistem yang efisien, andal, aman, dan sesuai kondisi lokal. Potensi panas bumi, matahari, biomassa, limbah, dan angin belum otomatis menghasilkan daya, panas, atau bahan bakar bermutu. Tantangan utamanya terletak pada mutu proses konversi, kehilangan energi, kendala operasi, dan kemampuan nasional untuk mengembangkan serta memelihara teknologinya. Bidang Teknologi Rekayasa Konversi Energi Terbarukan menghubungkan termodinamika, perpindahan panas, mekanika fluida, karakterisasi material, rekayasa reaktor, desain sistem, dan optimasi proses. Teknologi dinilai melalui lima lapis mutu: sumber atau bahan baku, proses konversi, produk energi, keandalan operasi, dan kesiapan penerapan. Dengan kerangka ini, efisiensi tidak dipisahkan dari keselamatan, biaya, keterawatan, dan kebutuhan pengguna. Panas bumi menjadi jalur sentral pengembangan kerangka tersebut. Analisis pada Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Dieng menunjukkan total eksergi fluida sekitar 59,52 MW, daya listrik sekitar 21,71 MW, dan efisiensi hukum kedua 36,48 persen. Aliran brine masih membawa sekitar 10,70 MW atau 17,98 persen dari eksergi fluida, tetapi pemanfaatannya dibatasi risiko pengendapan silika. Karena itu, optimasi konfigurasi pembangkit dan pengembangan closed-loop geothermal harus mempertemukan peningkatan keluaran dengan keandalan operasi.